Apa itu Wireless Charger serta cara kerjanya

13 Nov, 2020 · 4 Menit Membaca

Banyak handphone android premium yang mulai menggunakan wireless charger sebagai fitur unggulan yang di tawarkan. Tetapi apa itu Wireless Charger?, lalu bagaimana cara kerjanya pada hp smartphone?. Dari segelintir informasi, Wireless Charger adalah terobosan terbaru di bidang teknologi yang mempermudah dalam hal pengisian baterai handphone. Seperti teknologi Qi charging yang sebagian besar digunakan oleh ponsel android di pasaran. Handphone dengan fitur ini akan dengan mudah mengisi baterai hanya dengan menaruh hp di atas tatakan atau docking charger.

Tentu ini berarti kita sudah tidak memerlukan lagi yang namanya kabel charger karena pengisian baterai dapat dilakukan tanpa menggunakan kabel yang disebut Wireless Charging. Untuk saat ini, teknologi Wireless Charging merupakan teknologi yang sangat baik dan sangat menarik untuk di coba. Tetapi tidak semua handphone dapat melakukan pengisian menggunakan Teknologi Wireless Charger. Kita harus memiliki ponsel android ataupun iphone yang telah mendukung teknologi ini.

Sebenarnya hp biasa bisa juga dijadikan wireless charger, cuma kita perlu menambahkan 2 alat yang dapat menggantikan fungsi kabel dalam melakukan charging. Tidak peduli itu hp Xiaomi, Oppo, Samsung, iphone, semua bisa dibuat menjadi wireless charger dengan 2 alat ini. Jadi tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk bisa menikmati teknologi wireless charger. Sebelum itu kamu lakukan, hendaknya mengetahui apa sebenarnya teknologi Wireless Charger itu, dan bagaimana cara kerjanya? Kenapa kita sampai harus membeli tambahan 2 perangkat untuk membuat Wireless Charger pada hp biasa.

Apa itu Wireless Charger?

Wireless Charger itu berasal dari dua kata bahasa inggris yaitu Wireless dan Charger. kalau kita artikan ke dalam bahasa Indonesia, Itu berarti pengisian baterai tanpa kabel. Jadi Wireless Charger adalah Teknologi terbaru yang mengusung teknologi WIreless dalam pengisian baterai sehingga lebih mudah dan simpel. Teknologi WIreless Charger bukanlah seperti sihir ataupun sulap.

Untuk melakukan pengisian baterai kita tetap harus menggunakan kabel walaupun tidak ada kabel ke hp smartphone kita. Bedanya adalah kabelnya terhubung ke charging Pad atau Dock dan untuk melakukan charging hp smartphone di taruh di atasnya dengan presisi yang benar (tidak bisa sembarangan atau charging tidak jalan). Jadi tetap saja Wireless Charger memiliki kelebihan dan juga kekurangan.

Sama halnya seperti kita melakukan charging menggunakan kabel. Tetap saja harus menghubungkan batok charger ke arus listrik. Mungkin terlihat paraktis karena tidak ada lagi kabel yang di colok ke konektor ponsel. Tetapi sebenarnya wireless charger tidak dapat mengisi baterai dengan cepat layaknya teknologi Fast-Charging. Jadi kalau ada yang bertanya apa Wireless Charger dapat mengisi baterai dengan cepat, dan jawabannya adalah tidak secepat fast-charging.

Wireless Charger itu mudah untuk digunakan dan terlihat lebih modern dengan teknologi terbaru. Seperti contoh saat kita sedang tidak menggunakan handphone, tinggal kita taruh di atas Charging Pad, Hp langsung mengisi daya. Tetapi saat ada panggilan masuk kita tinggal mengangkat hp dan menjawab panggilan tanpa perlu mencabut kabel charger yang nyantol di hp. Akan lebih berbahaya malah jika menggunakan hp sambil nge-charge. Itulah salah satu keunggulan Wireless Charger sehingga lebih mudah digunakan dan mengantisipasi penggunaan handphone saat melakukan pengisian baterai karena itu sangat berbahaya.

Cara Kerja Wireless Charger

Teknologi WIrless Charger pada smartphone menggunakan dua Resonant Inductive Coupling yang terdapat pada Charging Pad/Dock dan terdapat pada Smartphone yang mendukung WIreless Charger. Teknologi ini sangat khusus di buat untuk tujuan menghantarkan arus listrik tanpa melakukan sentuhan antar kedua RIC tersebut.

Cara kerja Wireless Charger adalah saat batok charger di colokan ke arus listrik, Kemudian hasil konversi yang dihasilkan di hantarkan ke Charging Pad/Dock menggunakan kabel, Setelah itu Charging Pad/Dock mengubah arus tersebut menjadi gelombang electromagnetik menggunakan RIC (Resonant Inductive Coupling). Saat handphone di tarus di atasnya, gelombang ini di tangkap oleh RIC kembali dan di konversi menjadi arus listrik sehingga dapat mengisi baterai hp smartphone.


gambaran apa itu wireless charger serta cara kerja wireless charger


Seperti contoh cara kerja Wireless Charger di atas, prinsip kerjanya hampir sama seperti teknologi yang terdapat pada generator listrik yang menghasilkan listrik dari gerakan statis kumparan atau coil. Dua coil ini membentuk energi listrik berdasarkan prinsip induksi. Jadi kedua coil ini tidak saling bersentuhan sudah dapat menghantarkan listrik.

Begitu juga dengan cara kerja Wireless Charger yang menggunakan dua coil yang terdapat pada Charger Pad dan satu lagi terdapat pada hp smartphone. Coil ini akan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang di tangkap oleh coil yang terdapat pada hp smartphone. Sebenarnya simple saja, kalau Wireless Charger bekerja dengan menggunakan teknologi dua Coil yang menghasilkan gelombang elektromagnetik seperti prinsip induksi listrik yang terdapat pada generator.

Coil yang terdapat pada Smartphone tersebut terhubung dengan rangkaian penyearah sebelum memasuki baterai. Arus listrik yang di hasilkan oleh Coil ini tentunya cukup kecil, jadi perlu di searahkan dan juga di tingkatkan tegangannya menyesuaikan tegangan yang diperlukan oleh baterai untuk dapat mengisi baterai tanpa merusak baterai handphone.

Kesimpulan:

Wireless Charger adalah teknologi terbaru dalam hal pengisian baterai yang lebih praktis. Secara detail pengertiannya adalah teknologi yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang di hasilkan oleh coil yang terdapat pada Wireless Pad kemudian di tangkap oleh Coil yang ada pada bagian belakang hp smartphone. Hampir sama layaknya induksi listrik yang terdapat pada generator listrik yang memanfaatkan gerakan statis untuk menghasilkan arus listrik.

Teknologi Charging nirkabel ini bukanlah teknologi yang efesien dan dapat dinikmati tanpa adanya kekurangannya. Salah satu kekurangan yang dapat di rasakan adalah pengisian daya yang tidak terlalu cepat, dan cenderung sangat panas saat mengisi baterai karena semakin lama Coil ini bekerja, induksi listrik yang digunakan juga dapat menghasilkan panas pada bagian belakang smartphone.

Langganan Artikel
Dapatkan update terbaru melalui email. Kami tidak spaming!
Sudiana
Ditulis Oleh: Sudiana Ikuti
Menulis, Mencari ide dan mencari pemecahan atas sebuah masalah sambil ditemani segelas kopi, itu sangat nikmat!